11 November 2011

Penataan Lahan Pembuangan Sampah Lokal menjadi Pusat Kaki Lima Teknologi Ramah Lingkungan - Pertokoan Puluhdadi, Sleman, Yogyakarta

Oleh: Ario Wicaksono/114080072/TL UPN Veteran Yogyakarta

Lahan adalah suatu daerah permukaan daratan bumi yang ciri-cirinya mencakup segala tanda pengenal, baik yang bersifat cukup mantap maupun yang dapat diramalkan bersifat mendaur, dari biosfer, atmosfer, tanah, geologi, hidrologi dan populasi tumbuhan dan hewan, serta hasil kegiatan manusia pada masa lampau dan masa kini, sejauh tanda-tanda pengenal tersebut memberikan pengaruh nyata atas penggunaan lahan oleh manusia pada masa kini maupun masa mendatang (FAO, 1977). Penggunaan lahan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pada masa kini dan dapat memungkinkan terjadinya perubahan tata guna lahan dimasa yang akan datang. Pengelolaan lahan akan sangat baik jika didukung perencanaan yang matang, kematangan perencanaan ini bisa dilihat dari persiapan yang sudah memperhitungkan unsur dari sumber daya alam dan sumber daya buatan yang ada, tidak terkecuali tempat pembuangan sampah lokal. Lahan tempat pembuangan sampah lokal juga harus memenuhi persyaratan yang ada baik dalam skala besar maupun kecil.
Lahan pembuangan sampah lokal yang termasuk dalam objek judul ini adalah tempat pembuangan sampah lokal dalam skala kecil. Dominan yang membuang sampah dilahan tersebut adalah masyarakat sekitar. Biasanya sampah yang mereka buang adalah tebangan kayu-kayu pohon yang tidak terpakai, bahan bekas bangunan yang sudah tidak terpakai, sampah-sampah non-organik dan sampah oraganik. Pengelolaan terhadap sampah-sampah disana adalah dengan dibakar dan didiamkan menumpuk dan kemudian diratakan. Orientasi lahan ini adalah lahan kosong milik pemerintah setempat. Disekelilingnya terdapat kawasan pemukiman mahasiswa berupa bangunan kos-kosan yang hampir mendominasi. Beberapa meter dari lokasi terdapat kawasan pertokoan puluhdadi. Lokasi lahan ini bersinggungan langsung dengan jalan puluhdadi hanya terpisah oleh protoan tempat pepohonan. Pada malam hari, disamping lahan tepatnya didepan pertokoan puluhdadi terdapat warung-warung kaki lima yang berjualan. Selain itu instalasi air bersih sudah tersedia secara baik guna menunjang aktivitas pedagang kaki lima yang ada.
Selama ini para pedagang banyak mengeluhkan tempat dagang mereka jika hujan turun maka banjir akan menggenangi. Melihat adanya kemungkinan potensi baik pada lahan pembuangan sampah lokal tersebut maka saya terfikir untuk menyumbangkan solusi kepada para pedagang untuk membentuk pusat jajanan malam yang target pengunjungnya adalah mahasiswa, mengingat lokasi lahan tersebut berada pada lokasi sangat dominan bangunan kos-kosan mahasiswa. Mengacu kepada Undang-Undang Republik Indoesia nomor 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup bab 1 pasal 1 nomor 3 mengatakan “Pembangunan berkelanjutan adalah upaya sadar dan terencana yang memadukan aspek lingkungan hidup, sosial, dan ekonomi ke dalam strategi pembangunan untuk menjamin keutuhan lingkungan hidup serta keselamatan, kemampuan, kesejahteraan, dan mutu hidup generasi masa kini dan generasi masa depan.” Rencana pemusatan aktivitas jual beli pada lohan tersebut diharapkan mampu memperbaik segala aspek baik pedagang dan konsumen, serta dapat membuka lahan pekerjaan baru bagi masyarakat yang ada disekitar puluhdadi.
Pada dasarnya proses pengunaan tataguna lahan dilakukan mengikuti tahapan batasan permasalahan dan tujuan, latar belakang penetapan dan peruntukan lahan, rencana persiapan (mengkaji secara komprehensif setiap fungsi lahan), implementasi program-program dan peraturan-peraturan (Noor D,2006).
 Konsep awal dari pusat jajanan malam mahasiswa puluhdadi ini adalah pemanfaatan lahan yang saat ini digunakan untuk tempat pembuangan sampah kemudian akan diubah menjadi pusat jajanan bagi mahasiswa. Dengan demikian tempat pembuangan sampah nantinya akan ditiadakan akan tetapi untuk tempat penampungan sampah akan dipecah per rumah dengan meperhitungkan jumlah orang perbangunan, dengan demikian makan sampah yang dihasilkan bisa dibuatkan/diberikan tempat sampah sesuai volume sampah yang dihasilkan perhari, dan selanjutnya sampah yang dihasilkan akan diangkut dengan kendaraan sampah dan bisa dibuang ke TPA terdekat dari lokasi.
Sementara konsep pusat jajanan malam mahasiswa itu sendiri akan menyuguhkan pemandangan sebuah lahan panjang yang dikanan-kirinya terdapat banyak pilihan jajanan-jajanan malam khas mahasiswa yang harganya cukup terjangkau. selain itu pengunjung juga akan sangat senang dengan kondisi jalan yang bersih dan rapih, sebab lahan ini setelah dibersihkan dari tanah bekas tempat sampah akan dirancang untuk kawasan tangkapan air hujan. Desainnya dari kawasan tangkapan air hujan ini adalah dengan membuat sumur resapan sebanyak efektifitas daya dukung lahan sesuai data primer dari BMKG wilayah Sleman tentang data curah hujan kawasan condongcatur. Menurut SNI No. 02-2453-1991 Tentang Tata Cara Perencanaan Teknik Sumur Resapan Air Hujan Untuk Lahan Perkarangan diperlukan persyaratan teknis pemilihan lokasi dan jumlah sumur resapan pada pekarangan, persyaratan teknik meliputi :
  1. Umum : dibuat pada lahan yang lolos air dan tahan longsor, bebas dari kontaminasi dan pencemaran limbah, untuk meresapkan air hujan, untuk daerah dengan sanitasi lingkungan yang tidak baik hanya digunakan menampung air hujan dari talang, mempertimbangkan aspek hidrologi, geologi dan hidrologi.
  2. Pemilihan lokasi : keadaan muka air tanah dengan kedalaman pada musim hujan, permeabilitas yang diperkenankan 2 –12,5 cm/jam, jarak penempatan diperhitungkan dengan tangki septik tank 2 meter, resapan tangki septik tank/cubluk/saluran air limbah 5 meter, sumur air bersih 2 meter.
  3. Jumlah : penentuan jumlah sumur resapan air ditentukan berdasarkan curah hujan maksimum, permeabilitas dan luas bidang tanah.
Sumur resapan itu sendiri berupa sumur berukuran minimal dengan kedalaman dangkal. Setelah pembuatan sumur dibagian atas dari sumur akan diberi penutup yang kuat kemudian diberikan lapisan pasir seluas lahan penataan dengan ketebalan tertentu, tujuan dari pemberian lapisan pasir ini adalah untuk mencegahnya terjadinya genangan air ketika musim hujan tiba. Sebab kenyataan dilapangan saat ini apabila musim hujan tiba aktivitas jual beli yang sudah ada sangatlah terganggu oleh genanga air yang mencapai mata kaki, usaha untuk mengatasi genangan ini sudah pernah dilakukan dengan membuat sebuah sumur gali untuk resapan air hujan, akan tetapi akibat tanah yang lebih tinggi dilahan pembuangan sampah dan terjadi erosi oleh air hujan maka sumur resapan yang dibuat pun tidak berfungsi, selain itu nampaknya daya serap sumur tersebut tidak mampu menampung debit air hujan yang ada.
Setelah pemberian lapisan pasir pada lahan penataan kemudian lahan akan dilapisi oleh papingblok, tujuan penggunaan papingblok ini adalah supaya lahan terlihat indah juga papingblok ini akan dengan mudah menyalurkan air ke lapisan pasir dan kemudian air akan masuk ke sumur resapan dan akan dikembalikan ke tanah. Selain itu papingblok ini juga tidak perlu dirusak jika misalkan perlu diadakan penambahan jumlah sumur resapan atau hanya sekedar intuk perawatan sumur, tinggal diambil bagian yang sudah ditandai bahwa dibawah papingblok tersebut terdapat sumur resapan. Tidak lupa disepanjang pinggir jalan diadakan penghijauan dengan menanami pohon jenis kersen (bahasa latinnya tidak tahu) alasan penanaman pohon jenis ini adalah tanaman ini memiliki jenis ranting yang membentang horizontal hal ini akan menimbulkan kesan tempat yang teduh dan rindang, selain itu buah dari tanaman ini rasanya manis dan banyak digemari masyarakat. Selain itu rindangnya pohon kersen akan dihiasi oleh warna-warni lampu lampion, ini akan menambah kesan meriah dari lahan pusat jajanan malam mahasiswa.
Pusat jajanan malam mahasiswa ini akan menempatkan pedagang-pedagang kaki lima disekitar wilayah puluhdadi mengingat tempat yang memiliki ukuran yang tidak terlalu luas untuk menampung banyak pedagang. Nantinya para pedagang akan berjualan pada tempat yang sudah ditentukan. Pada satu pedagang kaki lima disediakan akses air bersih untuk cuci. Lalu para konsumen akan disediakan area makan baik dengan meja dan kursi maupun area makan untuk lesehan.
Kegiatan pemusatan kawasan jajanan ini diharapkan bisa mensejahterakan para pedagang kaki lima dengan persaingan yang sehat, juga dapat memberdayakan masyarakat sekitar, selain itu juga diharapkan dapat merangsang desa-desa yang lain bukan hanya di Sleman tetapi diseluruh Indonesia supaya menyediakan kawasan makan yang bersih aman dan nyaman untuk mencitrakan bahwa jajanan kaki lima Indonesia mampu untuk bersaing dengan rumah makan besar dalam masalah kebersihan dan manfaat yang nanti bisa dirasakan pengunjung yang datang bukan hanya penduduk pribumi tetapi juga turis asing sekalipun bisa merasakan masakan kaki lima tanpa ada keluhan kebersihan. Sebagai penggagas pemikiran hendaknya kita berfikiran yakin dan optimis bahwa manusia akan dapat mengatasi hampir semua masalah, selama ia masih bisa memperoleh energy dan teknologi (Soeriaatmadja,R.E. 1977).



DAFTAR PUSTAKA

·     Putra, Siswanyo., 2009, Konstruksi Sumur Resapan Air, Fakultas Teknik Universita Negeri Padang, Sumatera Barat.
·         Noor,Djauhari., 2006, Geologi Lingkungan, Graha Ilmu,Yogyakarta.
·         Soeriaatmadja,R.E., 1977, Ilmu Lingkungan, Penerbit ITB, Bandung.

30 Juni 2011

special page for enviromental student at UPN (kisi kisi video bahasa ingris buat UAS)

untuk mendownload video kisi-kisi bahasa ingris (killer tsunami) kli disini.
semoga sukses buat UAS bahasa ingrisnya

14 Februari 2011

global warming dan kerusakan bumi


sudah menjadi bahan pemikiran bahwa keberlangsungan hidup di bumi ini semakin terancam, benarkan demikian? hal ini tidak lepas dari adanya global warming dan segala jenis kerusakan di bumi. apa sebenarnya global warming itu? global warmig adalah suatu dampak dari efek rumah kaca yang diakibatkan adanya gas rumah kaca yang berlebihan dan membentuk sebuah lapisan sehingga menyelimuti bagian bumi di area atmosfer. hal ini disebabkan oleh adanya pembakaran yg terus menerus memproduksi gas rumah kaca salah satunya adalah CO2. setelah membentuk lapisan maka gas rumah kaca ini akan sangat efektif menyimpan panas dari radiasi matahari, sehingga panas yang masuk kebumi akan sangat sulit untuk dipantulkan kembali ke angkasa sebab tertahan oleh adanya lapisan gas rumah kaca tersebut. panas yg tertahan ini akan selalu mantul ke berbagai arah, dimisalkan saja dengan contoh kasus, intensitas matahari yg sangat banyak terjadi pada bagian katulistiwa, kemudian karena kerusakan dan proses pembakaran berlebihan di kawasan katulistiwa akhirnya terbentuklah lapisan gas rumah kaca sehingga panasnya akan memantul kembali. pantulan panas ini akan berhembus kearah yang lebih dingin karena adanya perbedaan tekanan sehingga terjadi pertukaran udara panas dan dingin, dengan demikian maka panas akan menuju ke daerah yang memiliki suhu yang lebih rendah dibandingkan suhu d tropis, maka panas akan mengalir ke daerah dengan suhu sub tropis. begitupun seterusnya proses ini akan terus berlanjut ke daerah yang lebih dingin yaitu ke daerah kutub. akibat dari pantulan panas ini akan mempengaruhi suhu, kondisi keawanan, tekanan udara, sehingga secara tidak langsung apa bila proses ini terjadi berkelanjutan akan sangat mengganggu ke ikliman suatu daerah, maka sangat mungkin bumi yang terkena dampak dari global warming ini akan mengalami perubahan iklim, sehingga seluruh ekosistem yang ada dibumi akan terganggu, sehingga menimbulkan 3 efek, yaitu terjadinya perubahan sistem organisme secara perlahan (evolusi), perpindahan ekosistem sesuai dengan kondisi alam yg sesuai dengan tempat tinggalnya terdahulu atau kematian suatu ekosistem karena tidak bisa bertahan.

dampak global warming kepada manusia sendiri memang tidak dirasakan secara langsung, akan tetapi yang akan merasakan adalah generasi selanjutnya dari keturunan kita, kelak jika global warming terus dibiarkan mereka mereka akan sulit menemukan air untuk kebutuhan primer sebab harganya yang melebihi harga minyak, karena kekurangan air maka tubuh manusia akan semakin kecil dan rambut dikepalanya semakin tipis dan kulit yang kasar. dan tidak jarang manusia bertindak anarkis akibat memperebutkan segelas air. para anak - anak tidak dapat melihat berbagai macam hewan dan tumbuhan asli, tetapi yang mereka lihat adalah gambar atau foto peninggalan kita. maka bumi semakin sempit karena pertambahan penduduk yg tidak terbendung dan sebagian wilayah bumi sudah tenggelam oleh air laut hasil lelehan kutub. meskipun air melimpah tetapi tidak dapat langsung diminum harus melalui proses penyulingan yg membutuhkan biaya yg mahal.

gambaran tersebut bukan hanya khayalan belaka, sangat memungkinkan ini terjadi seandainya kesadaran kita umat manusia akan pentingnya menjaga bumi ini tidak tertanam dalam setiap diri, kalau bukan kita yang menjaga bumi ini maka kita akan siap -siap menunggu kehancuran peradaban manusia. kesadaran yang harus kira miliki bukan berarti kita tidak menggunakan segala sesuatu yang menyangkut pembakaran seperti kendaraan bermotor, fasilitas listrik dan sebagainya, akan tetapi kesadaran yang seharusnya diterapkan dalam keseharian adalah bagaimana kita dengan bijak mengunakan segala sesuatu yang bisa menimbulkan dampak global warming dengan terkontrol seperti lebih memilih mengunakan kendaraan umum ketimbang kendaraan pribadi apabila berpergian sendiri, mematikan alat elektronik jika sudah tidak diperlukan, lebih memilih mengunakan sapu tangan ketimbang tisyu dan segala upaya untuk menjadikan bumi semakin sehat untuk kedepannya. dan hal yang penting dari semua itu adalah upaya kita semua untuk menjadikan bumi hijau kembali denganpenanaman pohon di area terbuka hijau. hal tersebut sudah du tegaskan dalam undang undang tentang tata ruang yang menghimbau agar setiap pembangunan menyediakan 10% dari luas area lahan yg di bangun untuk lahan terbuka hijau. perilaku bijak dan hal kecil untuk bukti cinta kita pada bumi akan berarti besar bagi keberlangsungan kehidupan yang akan datang.

                                                                             oleh: Ario Wicaksono

04 Januari 2011

Catatan kecil kenangan merapi

salah satu lokasi terjangan lahar
2010/ merapi. lambang kekuatan penguasa bagian utara keraton yogyakarta yang bersanding dengan penguasa laut selatan, sebuah filosofi morfologi rakyat yogya. gunung merapi ini adalah salah satu gunung teraktif di dunia dengan intensitas letusan mencapai 4 sampai 6 tahun sekali. gunung yang terletak diperbatasan jawa tengah dan D.I.Y ini memiliki ketinggian kurang lebih 2968 meter dari permukaan laut terhitung pada tahun 2006 (saat ini kemungkinan menyusut pasca erupsi 2010).

keindahan alam gunung merapi sangat indah, menyajikan udara yang sejuk dan bentang alam yg hijau, selain itu tanah yang subur menghasilkan salak pondoh kualitas wahud dan objek wisatanya adalah anugerah bagi masyarakat sekitar merapi. akan tetapi lain halnya jika merapi mengeluarkan isinya. 

foto awan bulan oktober 2010 jogja
merapi status siaga
ditahun 2010 pada bulan oktober akhir, kepiluan masyarakat sekitar lereng merapi mulai terusik pasalnya pos pemantauan merapi mensinyalir bahwa aktifitas vulkanik merapi meningkat dan berstatus siaga. sempat saya mengabadikan foto2 merapi sewaktu status waspada dari radius 20 km. kala itu merapi hanya mengeluarkan asap putih seperti biasanya. tanggal 26 oktober akhirnya erupsi pertama merapi terjadi, kondisi keawanan saat itu berawan hingga tak dapat terpantau dari jauh. awan panas ini meluncur deras kearah cangkringan dimana kediaman juru kunci gunung merapi mbah marijan berada disana. dari saat itu warga yogya mulai bergegas mengulurkan bantuan, sedangkan masyarakat di lereng sudah di evakuasi sepenuhnya. didaerah yogya sendiri para pengungsi di tempatkan di dua posko, umbulharjo dan hargobinangun. 
posko umbulharjo 10 km dari puncak
umbulharjo terletak kurang lebih 10 km dari puncak merapi sedangkan hargobinangun berada lebih rendah dibandingkan umbulharjo, sekitar 12 km dari puncak. berbondong-bondong bantuan datang dari berbagai penjuru negeri, wartawan pun sangat banyak berdatangan, bahkan dari mancanegara. tanggal 28 oktober, untuk pertama kalinya saya berangkat ke atas sebagai relawan logistik penyuplai kebutuhan para pengungsi. saya tergabung dalam tim relawan dari himpunan jurusan beserta tim pecinta alam yang dari jurusan di kampus. kala itu kita jam 3 sore keadaan awan mendung tidak ada matahari. dengan sepeda motor milik teman (motor saya sudah terlebih dahulu menuju merapi sehari setelah letusan, dipinjam teman yg menjadi relawan akomodasi di posko hargobinangun) saya bergegas menuju posko umbulharjo kondisi sore itu mencekam karena awan tebal menutupi merapi sehingga jika erupsi terjadi tidak akan terlihat. 1 jam perjalanan akhirnya kami tiba di posko, terlihat bantuan yang melimpa didalam gudang, dapur umum yg penuh sesak dengan aktivitas memasak, wartawan, spanduk dari partai politik brand iklan dan lainnya, tentara dan relawan sudah sangat sigap menghadapi para pengungsi yang cukup banyak. kali ini kami hanya bisa membantu logistik berupa pembalut wanita, alat mandi, baju dan bahan makanan. padahal niat kami sebelumnya berharap bisa membantu tenaga di posko tersebut akan tetapi persediaan tenaga sudah memadai disana. tak berada lama di posko umbulharjo kami segera bergegas menuju posko hargobinangun berharap niat kita untuk bisa menyalurkan tenaga bisa terrealisasi. setibanya d posko hargobinangun hujan pun menyambut, langit pun sudah menggelap, tidak jauh berbeda dari posko umbulharjo, kerumunan wartawan dan berbagai spanduk iklan. di posko ini rupanya sedang memerlukan tambahan tenaga, akan tetapi sungguh disayangkan persiapan saya hanya untuk sebentar disana, bukan untuk bermalam di posko, sungguh disesalkan kesempatan emas untuk berbagi tidak bisa terlaksana. setibanya di kampus, kami langsung menbicarakan rencana bermalam di posko pengungsian, dan selanjutnya aku tidak tahu apa keputusan akhir dari pembicaraan kami tadi pasalnya saya masih harus masuk kuliah malam hari sampai jam 21.00 untuk mengantikan kuliah yg tertunda.
keesokan harinya pada tanggal 29 oktober dikampus membuka pendaftaran relawan untuk bermalam di posko untuk membantu. saya adalah salah satu yang mendaftarkan diri untuk ke posko. rencananya sore hari saya beserta rombongan akan berangkat menuju posko hargobinangun, akan tetapi rencana ini pun kembali dibatalkan, entah pertimbangan dari siapa yang jelas alasan mengapa kami tidak jadi berangkat adalah karena minggu depan sudah mulai UTS. mendung tetap menyelimuti kawasan merapi dan sekitarnya tidak tampak dari kejauhan aktivitas merapi yg selalu membuatku penasaran, pada akhirnya malam itu aku habiskan sepenuhnya didalam kos ku.
pagi hari pada tanggal 30 oktober, gempa vulkanik menjadi sarapan pagi setiap hari, selalu aku berusaha mencari siaran berita yg menyiarkan kabar merapi. alangkah terkejutnya aku rupanya radius zona aman merapi sudah diperpanjang menjadi 15 km setelah malam harinya terjadi hujan abu vulkanik yang sangat tebal. kesaksian dari teman saya yang menjadi relawan dari LSM walhi mengatakan pada saat itu kurang lebih pukul setengah 2 malam, kondisi cuaca di posko hargobinangun mendung gelap, keadaan posko sesekali kehilangan daya listrik dan diperparah lagi dengan tidak tersedianya sirine peringatan jika suatu waktu keadaan menjadi darurat. hujan abu vulkanik pun mulai turun, lambat laun semakin tebal dan kemudian terdengar dentaman kuat dari merapi, pengungsi panik, semua orang disana panik kondisi mulai mengerikan, ditengah malam yg dingin dan gelap evakuasi pengungsi besar-besaran pun tak terelakan. ibu-ibu, anak-anak menangis histeris seakan tidak percaya bahwa banyak anak yg terpisah dari orangtuany karena saat itu evakuasi berjalan sangat cepat truk-truk pengangkut pun langsung memuat para pengungsi yg panik. relawan pun di himbau supaya segera turun dari posko. kabarnya pengungsi saat itu ditempatkan di kampus UII yg berjarak kurang lebih 15 km dari puncak merapi. kondisi cuaca yg mendung dan berangin menyebabkan debu vulkanik merapi beterbangan hingga jalan malioboro. di jalan kaliurang pagi hari setelah evakuasi dari posko kondisinya sangat gelap, jarak pandang kendaraan hanya 5 meter, debu dimana-mana bak salju di eropa hanya saja yg ini lebih ke abu-an.

kondisi jalan di depan MONJALI
debu-debu ini sangat berbahaya jika sampai terhirup dan masuk kesaluran pernafasan kemudian mengendap didalam paru-paru. jika sudah demikian maka dapat memacu kanker paru-paru. sebab debu vulkanik adalah debu yang kandungannya mirip dengan unsur-unsur yang ada didalam bebatuan berupa mineral-mineral yang susah diurai oleh alam, selain itu dengan bentuknya yang halus  sekilas jika melihat dengan mata telanjang tidak akan terlihat bahwa debu ini memiliki bentuk yang tajam yang bisa membuat iritasi pada kelenjar sensitif seperti mata dan organ dalam manusia. tindak lanjut agar tidak membahayakan masyarakat adalah dengan pemberian dan penganjuran menggunakan masker saat beraktivitas.

bantuan dari IMTLI
bantuan silih berganti datang, kali ini IMTLI (ikatan mahasiswa teknik lingkungan indonesia) mempunyai agenda yg sama untuk membantu korban bencana merapi, sehubungan jurusan saya termasuk dalam ke anggotaan imtli maka saya dan teman teman yg tergabung di imtli regional 3 (jawa tengah dan yogya) berencana akan menyalurkan bantuan sosial. sempat kami para anggota dari setiap universitas rapat, dan memutuskan untuk menyalurkan bantuan ke posko bencana di daerah magelang.


kondisi motorku kurang sehat pada saat itu, akan tetapi aku harus terus berangkat kesana. hari itu tanggal 31 oktober, kondisi jalan sangat berbeda, debu dimana-mana menyulitkanku untuk melihat jalan, keadaan hari itu tidak jauh berbeda dari hari sebelumnya mendung masih menyelimuti dan sesekali gerimis mengguyur. kurang lebih 30 km dari jalan yogya magelang kami memasuki gang kecil yang akan menuntun kami ke suatu kawasan pe-desa-an dimana terletak posko dari pengungsian gunung merapi. posko ini letaknya sangat terpencil, nama dari daerah itu adalah desa Dukuh, kebanyakan pengungsi di posko ini adalah orang tua yang sudah lansia anak-anak dan balita. di posko ini barulah saya bisa langsung membantu menghibur para pengungsi, dibantu oleh sejumlah relawan dari tim sar D.I.Y kami membuat suatu permainan simulasi yang menyenangkan dan bisa menghibur khususnya anak-anak. saya pun menyempatkan berbincang-bincang dengan pengungsi sekedar menanyakan tempat asal dan suka dukanya berada di pengungsian. para pengungsi sangat tabah menghadapi prihal ini. umumnya mereka ditempatkan ditenda besar milik abri per kampungnya. kendala yang dihadapi adalah masalah toilet dan penerangan, terkadang para pengungsi harus menuju ke sungai terdekat untuk mandi atau buang hajat, sedangkan hal itu sangatlah berrisiko tinggi, karena lahar dingin bisa sewaktu-waktu datang ketika mereka berada di sungai. ada satu hal yang menarik perhatian saya di posko ini, disatu sisi ada posko yang didirikan oleh salah satu universitas dari yogya, ada sekelompok bule yang ikut menghibur para pengungsi (dengan kata lain relawan asing) mereka tidak ikut berbaur dengan relaan lainnya seperti kita, hal ini membuatku bertanya dan mulai penasaran. pada awalnya saya hanya mengabadikan mereka dengan foto, kemudian ada kesempatan untuk berbincang-bincang dengan salah satu dari mereka, ketika itu saya langsung mendekati bule itu, dia bernama steven berkebangsaan australia, rupanya dia itu bukanlah relawan kemanusiaan yang dikirim dari negara asalnya, akan tetapi steven ini adalah mahasiswa dari universitas yg mendirikan posko itu, dia adalah mahasiswa jurusan bahasa indonesia. sempat saya menanyakan rekan-rekannya, rupanya mereka ini adalah mahasiswa program pertukaran pelajar antar negara dan mereka ini bukan berasal dari negara yang sama, ada yang dari rusia ingris polandia dan slovakia.

tak lama setelah itu hujan pun turun, dan kami segera bergegas pulang. sangat menyenangkan mendapatkan pengalaman yg berharga bisa berbagi bersama para pengungsi merapi ya walaupun hanya sebentar.

tanggal 2 november, semua mahasiswa di kampus ku serentak mengadakan UTS, semenjak itu aku berhenti sejenak untuk fokus menghadapi UTS. sesekali aku memandangi merapi dari kejauhan yang terus mengeluarkan awan panas dan material vulkanik, bahkan dimalam hari sempat terlihat dengan jelas aktivitas merapi mengeluarkan lava pijar, sayangnya momen ini tak bisa saya abadikan.

kondisi merapi pada tanggal 02/11/10
rumah yg terkena awan panas
hingga masuk awal bulan november, tanggal 4 awan panas kembali turun, langit jogja kembali dipayungi debu vulkanik yang cukup mengganggu penglihatan para pengguna jalan raya. para warga tentunya sudah sangat terbiasa dengan kondisi yang demikian. salah satu profesor dibidang geoligi dari kampus sempat mengulas dan memprediksi bahwasanya sikap gunung merapi yang seperti ini mengambarkan suasana didalam dapur magma diperut merapi, kemungkinan merapi akan tetap seperti ini (mengeluarkan awan panas) selama 3 bulan, atau akan terjadi letusan yang sangat dahsyat. masih ditanggal 4 november menjelang dini hari 5 november, kurang lebih pukul 2 dini hari, merapi kembali bergemuruh, dentuman suaranya saat ini terdengar hingga kos saya yg berjarak 20 km dri puncak. awan panas menerjang kembali daerah sekitar merapi, banyak keluarga yg tidak menyadari bahwa awan panas datang menerjang rumahnya sehingga hingga akhirnya banyak korban yg terpanggang hidup-hidup didalam rumahnya. hujan debu pun berganti dengan hujan pasir dan menurut saksi hidup yg tinggal 15 km dari puncak bahkan merasakan hujan batu krikil. erupsi pada tangal 5 november ini setidaknya menelan korban nyawa sebanyak 150 orang lebih. jumlah ini adalah yg terbesar kedua sepanjang sejarah erupsi merapi.
semenjak erupsi merapi tanggal 5 november itu. pemerintah D.I.Y memerintahkan agar seminggu kedepan (dari tanggal 5) sebagai hari libur bagi pelajar dan mahasiswa. sebab gedung-gedung sekolah dan universitas akan dijadikan sebagai posko pengungsian. untuk pegawai negeri saya tidak tahu apakan diliburkan juga atau tidak. saat itu saya sedang mengadakan UTS dan dikarenakan libur maka saya memutuskan untuk mengungsikan diri ke kota bandung.dan UTS yang belum dilaksanakan diadakan kembali sesuai jadwal yg dosen tentukan.


seiringnya waktu berjalan lambat laun aktivitas merapi pun semakin menurun ditandai dengan awan putih yang merapi keluarkan dan intensitas gempa yang menurun dari aktivitas merapi. di susul dengan diturunkannya status merapi dari awas ke siaga oleh badan mitigasi dan evakuasi bencana. erupsi di tahun ini cukup berdampak bagi masyarakat setempat yg hidup di sekitar lereng merapi. dari erupsi ini merapi mengeluarkan berribu-ribu kubik pasir yang menengelamkan banyak desa serta meluluh-lantahkan kehidupan disana, mematikan aliran sungai, merubah morfologi lahan, memusnahkan habitat hewan menghancurkan hutan, kebun, sawah dan masih banyak lainnya disamping itu merapi masih menghadiahkan lahar dingin yang beras hingga membanjiri pemukiman sekitar kali code di kota yogya serta memutuskan transportasi dari magelang menuju yogya akibat luapan lahar dingin berupa pasir dan batu cadas yg besar. akan tetapi dari semua kejadian ini banyak sekali manfaat yg bisa dipetik, ada hikmah dibalik sebuah musibah.

warga jogja akan terus dan terus mencintai merapi hingga akhir dunia ini.

14 Desember 2010

Freshwater Rights / Hak Air Bersih

  1. Freshwater has the right to be included among public policy priorities and to be allocated sufficient financial and manpower resources. This right should be recognized and guaranteed by all countries. (Air tawar memiliki hak untuk dimasukkan di antara prioritas kebijakan publik dan dapat dialokasikan sumber daya keuangan dan tenaga kerja yang memadai. Hak ini harus diakui dan dijamin oleh seluruh negara.)
  2. Freshwater has the right to be valued as an essential good for the sustainable future of the planet and of mankind. (Air tawar memiliki hak untuk dinilai sebagai suatu yang baik penting bagi masa depan yang berkelanjutan planet dan umat manusia.)
  3. Freshwater has the right not to be wasted or misused, but to be applied correctly and moderately, in order to guarantee its natural, ecologic, social and economic functions. (Air tawar memiliki hak untuk tidak disia-siakan atau disalahgunakan, tetapi untuk diterapkan dengan benar dan cukup, untuk menjamin fungsi alam, ekologis, sosial dan ekonomi.)
  4. Freshwater has the right to satisfy the basic necessities of all living beings on the planet, including mankind. (Air tawar memiliki hak untuk memenuhi kebutuhan dasar dari semua makhluk hidup di planet ini, termasuk manusia.)
  5. Freshwater has the right not to be contaminated and to be protected against contaminating activities, in order to maintain the characteristics of its natural state. (Air tawar memiliki hak untuk tidak terkontaminasi dan harus dilindungi terhadap kegiatan mengkontaminasi, dalam rangka mempertahankan ciri keadaan aslinya.)
  6. Freshwater has the right not to be appropriated by any part of society. It is a common good, and as such should be available to all citizens. (Air tawar memiliki hak untuk tidak disesuaikan oleh setiap bagian dari masyarakat. Ini adalah kepentingan umum, dan dengan demikian harus tersedia bagi semua warga negara.)
  7. Freshwater has the right not to be under-utilized. This is particularly so concerning groundwater, which is accessible, economic and of high quality. (Air tawar memiliki hak untuk tidak kurang dimanfaatkan. Hal ini khususnya terjadi tanah menyangkut, yang dapat diakses, ekonomi dan berkualitas tinggi.)
  8. Freshwater has the right to be studied by public and private research bodies. The results of these investigations should be made available to the public. (Air tawar memiliki hak untuk dikaji oleh lembaga riset publik dan swasta. Hasil penyelidikan ini harus dibuat tersedia untuk umum.)
  9. Freshwater has the right to play an important role in maintaining biodiversity and in protecting wetlands and other natural spaces. (Air tawar memiliki hak untuk memainkan peran penting dalam mempertahankan keanekaragaman hayati dan melindungi lahan basah dan ruang alam lainnya.)
  10. Freshwater has the right to be cherished by all the inhabitants of the planet, and particularly by its children, to whom campaigns should be addressed to raise awareness of freshwater’s natural and cultural values. (Air tawar memiliki hak yang harus dihargai oleh semua penduduk planet ini, dan terutama oleh anak-anak nya, kepada siapa kampanye harus ditujukan untuk meningkatkan kesadaran nilai-nilai air tawar alam dan budaya.)

02 Desember 2010

Adik di Mataku

1 Desember. Hari dimana lima belas tahun yang lalu aku melepas masa sebagai anak tunggal, ya.. di hari itu saya memiliki adik, suatu perasaan yang tidak dapat diungkapkan dengan ekspresi lain selain tersenyum lebar. Lahir di bogor tepatnya di rumah sakit atang sanjaya melalui proses normal. Hari pada saat itu hari jum’at dan saya mesih duduk di taman kanak-kanak,  dengan terpaksa memboloskan diri dari kegiatan belajar. Ditemani nenek (Alm) kita berdua segera bergegas menuju rumah sakit yang letaknya kurang lebih 20 km dari rumah. Saat sampai dan pertama kali melihat adikku aku hanya bisa terdiam dan berbicara didalam hati aku sudah jadi kakak.
3 bulan berikutnya perkembangan adikku semakin pesat. Kebiasaan yang aku sangat sukai adalah jika melihat bayi sedang di mandikan. Ada suatu kejadian yang bodoh yang aku lakukan kala itu. Ketika sedang melihat adikku dimandikan, ibu menyuruhku menambahkan air dingin di bak mandi adikku lalu aku mengambil segelas air dingin dan langsung aku siramkan ke bagian bawah adikku, dampaknya awalnya ia hanya menangis tetapi lambat laun entah ada sesuatu yang aneh dibagian saluran kencingnya, pada saat itu juga adikku langsung dirujuk ke rumah sakit yang sama tempat dia lahir. Solusi yang ditawarkan dokter adalah disunat. Ibu nangis gak berhenti-henti saat adikku disunat. Lalu adikku belum boleh diizinkan pulang. Dan kami tinggal d salah satu kamar di belakang rumah sakit yang posisinya itu tepat satu lorong dengan kamar mayat. Menakutkan, 3 hari yang berat untuk aku.
Lama sudah waktu berjalan adikku sudah bisa berjalan dan bicara, semenjak itulah kami selalu bertengkar setiap saat. Masalahnya mungkin sepele, tapi dampaknya bisa besar aku yang kala itu masih duduk di bangku SD, sudah bisa disakiti oleh anak seusia 4 tahun dengan cubitan mautnya dan cakarannya yang tajam, atau rambutku selalu dijambak. Seperti kucing ketemu anjing jika bertemu saat berkelahi. Biasanya aku hanya menghindar dan mendorong kelakuan kami tidak pernah berubah setiap harinya selalu berkelahi, hingga ibu marah bahkan nangis (maafkan kami ibu..) untuk melerai kita. Aku selalu mengalah jika berkelahi, tapi aku tidak terima jika aku tidak dibela sama ibu, serba salah. Ya kelakuan anak laki-laki selalu ingin menang sendiri.
Beranjak TK adikku dia memperlihatkan perilaku yang sangat manja kepada ibu. TK nya berjarak hanya kurang lebih 500 meter dari rumah tetapi gak pernah mau ditinggal pulang oleh ibu. Ibu harus selalu ada di jendela kelasnya, bahkan tidak boleh untuk duduk sekalipun dengan alasan takut nanti ibunya pulang diam-diam. Saat SD kelas 1 kami bersekolah di sekolah yang sama(saat itu aku sudah kelas 6).
Lucu jika mengingat masa itu, sebab adikku selalu menjadi tempat percobaan dari eksperimen ku aku ingat sekali waktu kita sering bersepeda kebetulan sepedah adikku baru kala itu, dan aku selalu memakainya sehingga adikku kesal, jika dia sudah kesal bia akan mengejarku keberbagai penjuru komplek dirumahku. Layaknya permainan kucing kucingan adikku selalu menyamar dan berharap aku yang dikejarnya tidak melihat dia bersembunyi (aku menggunakan sepeda saat adikku nengejarku) adrenalin sangat terpacu jika adikku sedang mengerjarku (dia mengejarku dengan berlari). Hingga akhirnya di kesal dantidak dapat mengejarku yang akan dia lakukan adalah berbaring dijalan raya.
Tatkala aku SMP dan pindah ke bandung untuk menetap di asrama, baru lah frekuensi berkelahi kita mulai berkurang, bahkan ibu sempat bercerita padaku bahwa adikku pernah menangis pada saat aku pergi kembali ke bandung, tetapi dia mengalihkan alasan nanggisnya itu dengan alasan “mata ade kelilipan” bari curambay.. belum berakhir kebiasaan kita berkelahi, jika saya pulang pada saat liburan pasti kita selalu berkelahi kembali.

Setelah dia sudah SMP dia menyusulku ke bandung, di asrama pun kami sempat berkelahi tetapi tidak sesering dirumah, di tahun pertamanya di asrama nampaknya dia sangat susah beradaptasi dengan lingkungan dia sering sekali menangis dan ingin pulang. Bahkan dia sempat menyatakan bahwa dia tidak akan SMA di bandung. Tetapi seiring berjalannya waktu adikku akhirnya bisa menikati kehidupan berasrama, bahkan saati ini dia melanjutkan SMA di sekolah yang sama.


Aku sadar kalau aku ini orang yang keras untuk menasihati seorang adik dan sering kali aku mengunakan kekerasan untuk sebuah nasihat yang tidak akan masuk dicerna oleh adikku karena sikapku. Semakin sering aku berlaku seperti itu semakin keras juga watak adikku jika aku peringatkan. Ini sebuah pelajaran hidup bahwa semua orang itu watak dan sifatnya itu tidak sama walaupun dari satu rahim.

Dia seorang yang sangat cerdas berpidato menggambar dan bernyanyi. Seorang pecinta binatang. Impiannya adalah bisa memiliki biola dan bisa memainkannya. Sedangkan cita-citanya adalah menjadi psokolog, menerapi orang dari masalah kejiwaan. Dia adikku, Ahmad Helmi Imaduddin.

oleh: Ario Wicaksono

29 November 2010

Rumah Masa Kecilku.

Rumah adalah tempat yang sangat di idam-idamkan untuk tempat berkumpul dengan keluarga, tempat ternyaman dari semua tempat yang ada, semua kesenangan tersuguh di rumah yang aman dan nyaman.


Begitu pun rumah ku yang satu ini, rumah mungil fasilitas negara buat pengabdian bapak sebagai pegawai negeri yang sudah mengabdi lebih dari 14 tahun ini memiliki keistimewaan tersendiri. Dulu tahun 1993 pertama kali datang, rumah ini masih sangat sederhana dengan satu kamar , satu kamar mandi dan satu dapur dengan sebuah pompa air manual berwarna hijau dibelakang rumah. Terasa sangat sepi saat pertama tinggal di rumah ini. Suasana perumahan bekas kebun pohon karet ini sangat sepi dari orang-orang hanya ada beberapa tetangga waktu itu. Apabila hujan datang deras dan petir bunyi kencang aku hanya duduk terdiam memandangi jendela, hal ini masih teringat jelas dalam benak ku. Seiring berjalannya waktu kondisi rumah semakin berudah, sekarang rumah ku memiliki dua kamar, loteng untuk menjemur dan ruang keluarga yang cukup besar. Konsep daras rumah awal pun masih dipertahankan dengan mempertahankan bentuk kusennya yang original. Ornamen tambahan di muka rumah hanyalah batu alam berwarna hijau dan bentuk teras yang menjorok kedepan bagian rumah. Disamping itu pada bagian teras terdapat kolam ikan. Ini adalah gagasan dari adik saya yang sangat cinta binatang dan pagar besi dengan desain sangat simpel dengan cat berwarna hijau tuyang segar. sedangkan atribut didalam rumah lebih banyak mengunakan kayu sebagai forniture yang menghiasi sisi ruangan, baik dari kursi ruang tamu, meja santai sampai ukiran kaligrafi semua terbuat dari kayu.


Sentuhan manis bunga-bunga milik ibu menambah keasrian rumah. Ibu sangat mahir dalam pemilihan bunga yang cocok untuk rumah terbukti bunga-bunga milik ibu menjadi tren center bunga-bunga milik tetangga. Didepan rumah terdapat dua pohon bunga kamboja, kamboja merah dan kamboja bali. Banyak yang menyebut pohon kambija adalah pohon kuburan,dan karena image itu lah alasan mengapa ibu menanam pohon ini, sebab supaya kita lebih mengingat akan kematian sebut ibu ku. Sebelum pohon kamboja ini menghiasi halaman rumahku terlebih dahulu pohon rambutan dan mangga pernah menjadi primadona rumah, pasalnya pohon rambutan dan mangga di depan rumah jika berbuah pasti menghasilkan buah kualitas super dan sangat lebat. Dan dengan adanya dua pohon ini membuat suasana udara di rumah sangat sejuk dan nyaman.
Rumahku adalah salah satu anugrah yang tak ternilai harganya. suka duka kehidupan masa kecilku pernah mencatatkan rumah ini sebagai rumah terbaik versi diriku walaupun sederhana dan tak tampak mewah.
oleh: Ario Wicaksono